Minggu, 22 Juni 2014

PENTINGNYA MEMBANGUN JIWA SEBAGAI LEADERSHIP






Menjadi inspiring leader jelas merupakan salah satu langkah yang amat kritikal bagi pengembangan kinerja tim/organisasi. Setiap anggota tim akan lebih mudah merasa termotivasi dan tertantang, jika mereka menemui sosok pemimpinnya sebagai figur yang inspiratif. Perusahaan kita mungkin bisa membayar setiap pegawainya untuk menggunakan pikiran dan badannya dalam pekerjaan. Namun mereka hanya akan menggunakan segenap hati dan jiwanya jika mereka sudah merasa terinspirasi. Orang yang sudah terinspirasi akan lebih betah bekerja, lebih keras berusaha, dan mengibarkan spirit antusiasme.
Berdasar kajian dari Bryn Hughes dalam karyanya yang bertajuk The Leader’s Tool Kit: Hundreds of Tips and Techniques for Developing the Skills You Need, beberapa hal yang perlu dilakukan ketika kita hendak menjadi seorang Inspiring Leader adalah sbb:
• Buatlah hidup Anda dan tujuan hidup Anda jelas dan bersemangat. Pemimpin yang paling berinsipirasi adalah pemimpin yang dapat memberikan inspirasi terhadap dirinya sendiri dan bersemangat dalam hidup atau misinya. Tahukah Anda siapakah diri Anda sebenarnya? Jika tidak, perhatikan apakah yang menjadi fokus utama dalam hidup Anda, misi atau “panggilan”? Dapatkah Anda mengungkapkan misi ini dalam beberapa kata yang sederhana? Apakah anda merasa terinspirasi saat mengekspresikannya kepada orang lain?
• Berbagilah dengan cerita dari pengalaman anda sendiri. Leaders acap menginspirasi anggotanya dengan cara membagi cerita mengenai kesalahan, kegagalan dan juga pelajaran hidup yang pernah mereka alami.
• Fokus pada impian dan tujuan orang lain. Anda harus mengenal pegawai dan orang-orang yang selalu berinteraksi dengan anda. Cari tahu apa yang ingin mereka capai. Tanyakan apa yang dapat anda lakukan untuk membantunya. Pergunakan pengaruh anda untuk memberikan kehidupan yang lebih baik, bukan hanya bagi diri anda sendiri. Pergunakan pikiran untuk memberikan layanan yang baik bagi semua anggota tim Anda. Lakukan ini jangan hanya karena ingin memotivasi orang lain untuk bekerja lebih betah, lebih keras, atau lebih cepat , tetapi karena anda sungguh-sungguh memberikan perhatian kepada mereka
• Ciptakan dan komunikasikan visi dari tujuan yang ingin dicapai tim anda dengan jelas dan positif . Orang tidak akan suka dengan situasi dimana mereka tidak memahami apa tujuan mereka bekerja ke depannya atau saat mereka tidak merasa usahanya memiliki arti yang penting. Kemudian temukan bakat dan kemampuan yang unik dari karyawan anda dan pastikan bahwa mereka memahami bagaimana mereka dapat berkontribusi terhadap pencapaian sasaran tim. Dorong dan bantulah setiap anggota tim untuk mampu mendayagunakan kemampuan terbaiknya
• Jagalah agar visi dan sasaran tim tetap menjadi yang terdepan dan terutama. Ketika terlihat ada sesuatu yang keluar dari jalur dan orang-orang kehilangan fokus, ingatkan team tentang apa yang sedang mereka kejar dan ingin diraih.

sumber : http://rajapresentasi.com/2008/08/membangun-leadership-skills/

Sabtu, 14 Juni 2014

BUDAYA KREATIF DI INDONESIA

Indonesia merupakan negara yang kaya akan tradisi dan budaya. Dari Sabang sampai Merauke, tersimpan berbagai macam kesenian, tradisi dan adat yang dapat ditunjukan pada dunia luar. Sudah semestinya anak bangsa merasa bangga akan hal tersebut. Namun pada kenyataannya, semua warisan budaya tersebut hampir tidak mempunyai tempat di kalangan remaja.

Masuknya budaya luar ikut mewarnai selera masyarakat dalam perkembangan zaman ini. Kecenderungan mereka untuk mengadopsi budaya luar bahkan menjadikannya sebagai trendsetter jauh lebih besar dibanding mempelajari budaya sendiri. Masyarakat Indonesia baru mau mengakui dan tergerak untuk melestarikannya, saat budaya mereka diklaim oleh negara lain. Setelah hal itu terjadi, mereka baru menaruh perhatian cukup besar pada budayanya.Tidak dapat dipungkiri, apabila masalah ini dapat mengancam keeksistensian budaya tradisional.

Mengapa budaya luar seperti K-Pop dapat lebih diterima daripada kesenian Indonesia seperti tarian Jawa? Hal tersebut tentunya menjadi keprihatinan masyarakat Indonesia pada umumnya. Menyadari bahwa semua warisan budaya adalah identitas bangsa, sudah semestinya kita menjaga dan melestarikannya. Tugas ini bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh masyarakat Indonesia. Berbagai upaya perlu dilakukan untuk menjaga ke eksistensian warisan budaya bangsa ini. Tidak ada salahnya, apabila dilakukan akulturas ibudaya, dimana kita mengadopsi budaya luar, dan memadukan dengan budaya lokal tanpa menghilangkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Terkadang, pengembangan suatu budaya memang diperlukan untuk mengikuti perkembangan zaman. Yang terpenting adalah nilai yang terkandung di dalamnya, bukan sekadar kepopuleritasan semata. Kreatif dan inovatif memang diperlukan dalam hal ini. Contoh ke kreatifan yang telah dilakukan oleh masyarakat Indonesia adalah warisan budaya dari NTB, yakni kainTenun. Kain tenun khas Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dipadukan dengan gaya Eropa menghasilkan rancangan busana yang tidak kalah menarik dengan busana Internasional. Sehingga tidak heran, kain tenun khas NTB ini akan melangkah ke kancah Internasional.

Keprihatinan lain yang sering dijumpai, adalah kurangnya komunikasi budaya. Komunikasi budaya yang seyogianya dapat memperkenalkan berbagai macam kebudayaan, kurang dimanfaatkan oleh masyarakat. Media sendiri lebih sering menyuguhkan kesenian modern dari pada tradisional. Secara tidak langsung, masyarakat khususnya remaja akan lebih banyak mengenal sesuatu yang seharusnya tidak perlu terlalu dikenal, seperti drama Korea, drama Asia, sinetron yang mengandung unsur kekerasan, dan sebagainya. Tayangan-tayangan seperti itu, tidak sebanding dengan tayangan tradisional yang diberikan. Sehingga wajar saja apabila pemahaman masyarakat akan budaya sendiri menjadi cukup minim. Lantas bagaimana para generasi muda pada generasi ini, dapat mewarisi budaya ke generasi selanjutnya?

Pada era globalisasi ini, keprihatinan tersebut tidak dapat dihindari, akan tetapi upaya filtrasi budaya juga harus digunakan. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga warisan budaya yang kita miliki. Itu semua hanya membutuhkan kemauan dan niat. Dalam dunia pendidikan, misalnya. Pemerintah tentunya telah memasukan mata pelajaran bahasa daerah dalam kurikulum pembelajaran. Hal ini merupakan contoh upaya yang dilakukan pemerintah untuk ikut ambil bagian dalam melestarikan budaya.

Selain itu, ada juga kegiatan ekstrakurikuler di sekolah atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seperti kesenian Jawa, tari tradisional, musik tradisional seperti karawitan, angklung, kulintang, dan lain sebagainya. Apabila kegiatan tersebut dimasukan dalam kegiatan intrakurikuler di sekolah, tentunya semua
siswa akan terlibat secara langsung di dalamnya. Hal tersebut adalah contoh konkret upaya pelestarian budaya kita, apabila dilihat dari bidang pendidikan.

Di lingkup keluarga pun perlu dilakukan upaya-upaya seperti itu. Ada baiknya orangtua mengajarkan kepada anak untuk lebih menghargai warisan budaya. Seperti misalnya, mengajak anak menonton pagelaran seni secara langsung entah wayang, tarian, maupun musik tradisional. Contoh kecil lain yang tidak jauh berbeda dengan hal tersebut, misalnya saat mengadakan syukuran hari ulang tahun, wisuda, atau apapun. Tidak ada salahnya menampilkan hiburan tradisional juga di dalamnya. Banyak sekali hal-hal kecil yang dapat dilakukan untuk menjaga warisan budaya yang kita miliki. Sebenarnya, kita hanya membutuhkan kemauan dan niat untuk melakukannya. (Klaudia Molasiarani S/YSH).

Kita bisa belajar kreatif dari proses yang digunakan oleh orang China dan Jepang sebagaimana kita belajar dari orang yang kreatif, baik diketahui maupaun tidak. Beberapa proses telah diteliti semenjak tahap kreatifitas dan kta bisa belajar bagaimana mereka secara personal bisa mengasah dan mengarahkan kreativitas itu kedalam kehidupan terpenting dalam kehidupan kita. Dengan penduduk yang besar dan disertai dengan kreativitas dan semangat untuk bangkit, Indonesia memiliki peluang dan potensi besar untuk menjadi Negara maju seperti China dan Jepang.

Mengapa budaya luar seperti K-Pop dapat lebih diterima daripada kesenian Indonesia seperti tarian Jawa? Hal tersebut tentunya menjadi keprihatinan masyarakat Indonesia pada umumnya. Menyadari bahwa semua warisan budaya adalah identitas bangsa, sudah semestinya kita menjaga dan melestarikannya. Tugas ini bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh masyarakat Indonesia. Berbagai upaya perlu dilakukan untuk menjaga ke eksistensian warisan budaya bangsa ini. Tidak ada salahnya, apabila dilakukan akulturas ibudaya, dimana kita mengadopsi budaya luar, dan memadukan dengan budaya lokal tanpa menghilangkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Terkadang, pengembangan suatu budaya memang diperlukan untuk mengikuti perkembangan zaman. Yang terpenting adalah nilai yang terkandung di dalamnya, bukan sekadar kepopuleritasan semata. Kreatif dan inovatif memang diperlukan dalam hal ini. Contoh ke kreatifan yang telah dilakukan oleh masyarakat Indonesia adalah warisan budaya dari NTB, yakni kainTenun. Kain tenun khas Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dipadukan dengan gaya Eropa menghasilkan rancangan busana yang tidak kalah menarik dengan busana Internasional. Sehingga tidak heran, kain tenun khas NTB ini akan melangkah ke kancah Internasional.

Keprihatinan lain yang sering dijumpai, adalah kurangnya komunikasi budaya. Komunikasi budaya yang seyogianya dapat memperkenalkan berbagai macam kebudayaan, kurang dimanfaatkan oleh masyarakat. Media sendiri lebih sering menyuguhkan kesenian modern dari pada tradisional. Secara tidak langsung, masyarakat khususnya remaja akan lebih banyak mengenal sesuatu yang seharusnya tidak perlu terlalu dikenal, seperti drama Korea, drama Asia, sinetron yang mengandung unsur kekerasan, dan sebagainya. Tayangan-tayangan seperti itu, tidak sebanding dengan tayangan tradisional yang diberikan. Sehingga wajar saja apabila pemahaman masyarakat akan budaya sendiri menjadi cukup minim. Lantas bagaimana para generasi muda pada generasi ini, dapat mewarisi budaya ke generasi selanjutnya?

Pada era globalisasi ini, keprihatinan tersebut tidak dapat dihindari, akan tetapi upaya filtrasi budaya juga harus digunakan. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga warisan budaya yang kita miliki. Itu semua hanya membutuhkan kemauan dan niat. Dalam dunia pendidikan, misalnya. Pemerintah tentunya telah memasukan mata pelajaran bahasa daerah dalam kurikulum pembelajaran. Hal ini merupakan contoh upaya yang dilakukan pemerintah untuk ikut ambil bagian dalam melestarikan budaya.

Selain itu, ada juga kegiatan ekstrakurikuler di sekolah atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seperti kesenian Jawa, tari tradisional, musik tradisional seperti karawitan, angklung, kulintang, dan lain sebagainya. Apabila kegiatan tersebut dimasukan dalam kegiatan intrakurikuler di sekolah, tentunya semua
siswa akan terlibat secara langsung di dalamnya. Hal tersebut adalah contoh konkret upaya pelestarian budaya kita, apabila dilihat dari bidang pendidikan.

Di lingkup keluarga pun perlu dilakukan upaya-upaya seperti itu. Ada baiknya orangtua mengajarkan kepada anak untuk lebih menghargai warisan budaya. Seperti misalnya, mengajak anak menonton pagelaran seni secara langsung entah wayang, tarian, maupun musik tradisional. Contoh kecil lain yang tidak jauh berbeda dengan hal tersebut, misalnya saat mengadakan syukuran hari ulang tahun, wisuda, atau apapun. Tidak ada salahnya menampilkan hiburan tradisional juga di dalamnya. Banyak sekali hal-hal kecil yang dapat dilakukan untuk menjaga warisan budaya yang kita miliki. Sebenarnya, kita hanya membutuhkan kemauan dan niat untuk melakukannya. (Klaudia Molasiarani S/YSH) - See more at: http://news.liputan6.com/read/476576/kreatif-dan-inovatif-menjaga-kebudayaan-indonesia#sthash.qabEyMJj.dpuf


Proses Kreatif
Banyak orang meyakini bahwa menjadi kreatif adalah hal yang sangat sulit dilakukan. Padahal kita setiap hari mengerjakan sesuatu yang kreatif. Misalnya, jika kita memiliki sebuah permasalahan untuk diselesaikan dan kita dapat menyelesaikannya, maka kreativitas dalam diri kita sudah bekerja.

Untuk memaksimalkan potensi kreativitas, kita harus memahami sifat proses kreatif. Kita harus belajar mengenali enam tahap dalam proses kreatif sehingga dapat mengambil sikap pemikiran yang sesuai. Sejarah menunjukkan bahwa gagasan kreatif adalah hasil usaha yang gigih dan peningkatan yang mantap. Kreativitas tidak memerlukan inteligensi yang besar. Ada riset yang menunjukkan bahwa orang yang paling kreatif dalam profesi apa pun tidak lebih pintar dibandingkan koleganya. Mereka hanya tahu bagaimana cara untuk mendapatkan gagasan, memilih gagasan yang baik, dan bagaimana cara menyelesaikannya. Penyelesaian ini mungkin mengejutkan kolega mereka, tetapi bagi pekerja yang kreatif itu hanyalah hasil dari imajinasi yang terfokus, kerja giat, dan peningkatan yang mantap.

Proses untuk menciptakan kreativitas terdiri dari enam tahap, yaitu: inspirasi, klarifikasi, distilasi, perspirasi, evaluasi, dan inkubasi.
  1. Inspirasi
    Yaitu membangkitkan gagasan sebanyak-banyaknya. Ini adalah tahap untuk membangkitkan gagasan sebanyak mungkin. Proses ini mempunyai ciri spontanitas, eksperimen, intuisi, dan ambil resiko. Dalam tahapan ini tidak perlu mengkhatirkan bentuk, kepraktisan, irama atau pun kualitas dari gagasan yang dibuat.
    Tahap inspirasi adalah tahap mencari gagasan tanpa kritik biasanya, proses itu berlangsung secara spontan. Untuk bisa mendapatkan sebuah inspirasi kita harus memiliki alat yaitu improvisasi. Improvisasi adalah eksplorasi yang mengalir bebas dengan penuh keyakinan akan kemampuan diri dan rasa antusias.
  2. Klarifikasi
    Yaitu fokus pada sasaran. Hal ini bertujuan untuk mengklarifikasi maksud atau tujuan. Misalnya seorang desainer harus memilih di antara dua atau lebih pendekatan yang sama-sama menarik. Desainer tersebut harus dapat melihat hal-hal yang lebih tepat dari pendekatan yang ia lihat untuk tujuannya yang sebenarnya. Dalam proses klarifikasi ini, tentunya harus mengetahui sesuatu pekerjaan seandainya pekerjaan itu selesai. Yang perlu dilakukan adalah membuat pertanyaan kunci tentang sasaran yang ingin dicapai. Hal ini bertujuan untuk mengklarifikasi maksud atau tujuan pekerjaan itu.
  3. Distilasi
    Yaitu memeriksa gagasan yang telah dihasilkan dan mencoba untuk menentukan pekerjaan yang akan dikerjakan. Maksudnya, gagasan dari tahap inspirasi disaring, biasanya dipandang dari sudut penemuan-penemuan pada tahap klarifikasi. Gagasan-gagasan terbaik dipilih untuk dikembangkan lebih lanjut atau dikombinasikan dengan gagasan lain. Destilasi adalah tahap berfikir kritis terhadap diri sendiri. Tahap yang membutuhkan analisis dan penilaian dengan kepala dingin.
  4. Prespirasi
    Yang dimaksud dengan prespirasi adalah mengerjakan gagasan yang telah diperoleh dengan tekun. Inilah pekerjaan yang sesungguhnya. Untuk melaksanakan prespirasi diperlukan rasa percaya diri. Kita harus yakin dan optimis terhadap sesuatu yang ingin kita capai. Tanpa adanya percaya diri, mustahil kita bisa berhasil. Selain itu semangat untuk tidak menyerah adalah kunci di dalam prespirasi ini.
  5. Evaluasi
    Cara evaluasi adalah dengan melihat ke belakang pada usaha yang telah kita lakukan. Dalam tahap evaluasi, kita memeriksa kekuatan dan kelemahan pada usaha kita. Kemudian kita perlu berfikir untuk bagaimana meningkatkan kekuatan dan menghilangkan kelemahan itu.
  6. Inkubasi
    Inkubasi adalah masa dimana kita meninggalkan pekerjaan yang sedang kita lakukan untuk menemukan ide-ide brilian yang akan mendukung pekerjaan kita. Inkubasi bermanfaat setelah tahap inspirasi dan perspirasi atau jika sebuah masalah telah ditemui. Kadang ide-ide baru muncul ketika kita melakukan sesuatu yang lain.
Menumbuhkan Budaya Kreatif
Dalam kenyataan, kreativitas kita diasosiasikan dengan komitmen tinggi dan motivasi. Sesorang mungkin akan terlibat dalam pekerjaan kreatif karena pekerjaan itu memuaskan.
Orang-orang yang luar biasa kreatif sangat sering terlibat dalam tugas-tugas. Bagi mereka, tugas itu adalah tujuan itu sendiri, bukan sebagai alat untuk suatu tujuan. Mereka mungkin didorong oleh rasa keingintahuannya, daya tarik atau suatu visi masa depan, atau oleh suatu kebutuhan yang memberi rangsangan untuk mengartikulasikan perasaan mereka dalam bentuk artistik.

Motivasi adalah salah satu cara untuk menumbuhkan kekreatifan seseorang untuk melakukan suatu hal. Kreatifitas dimotivasi oleh keinginana seseorang untuk beraktualisasi diri, bebas dari kontrol, berkomitmen untuk mengerjakan sesuatu dengan kekuatan sendiri. Motivasi untuk mengembangkan kreativitas dipengaruhi oleh dorongan dari dalam dan luar diri. Contoh motivasi yang berasal dari dalam diri adalah ingin mendapatkan cinta sedangkan contoh yang berasal dari luar adalah untuk mendapatkan penghargaan.

Selain itu diperlukan suatu usaha yang lain untuk menumbuhkan budaya kreatif di lingkungan masyarakat. Yaitu usaha yang gigih untuk mengembangkan kreativitas itu sendiri. Banyak cara untuk melakukannya. Salah satunya banyak membaca buku yang dapat menambah wawasan. Dengan membaca buku, akan muncul ide-ide yang kreatif. Maka budaya membaca juga memiliki pengaruh untuk mengembangkan budaya kreatif di dalam kehidupan masyarakat.

Mengikuti acara seminar ilmu pengetahuan juga diyakini dapat menimbulkan budaya kreatif. Karena dengan mengikuti acara seminar, pikiran akan terbuka mengenai pokok pembahasan yang disampaikan dalam seminar tersebut. Dan peserta dapat mengembangkan hasil pemikirannya sendiri terhadap hal-hal yang belum dapat diteliti oleh si peneliti. Dan hal tersebut dapat menimbulkan ide kreatif dari peserta, baik memanfaatkan hasil seminar tersebut untuk membuat sesuatu yang berbeda tetapi memiliki konsep yang sama, atau pun mengembangkan hasil penelitian makalah tersebut.

sumber :
http://news.liputan6.com/read/476576/kreatif-dan-inovatif-menjaga-kebudayaan-indonesia
http://ulinhamzah.wordpress.com/2010/10/24/pengembangan-budaya-kreatif/

Indonesia merupakan negara yang kaya akan tradisi dan budaya. Dari Sabang sampai Merauke, tersimpan berbagai macam kesenian, tradisi dan adat yang dapat ditunjukan pada dunia luar. Sudah semestinya anak bangsa merasa bangga akan hal tersebut. Namun pada kenyataannya, semua warisan budaya tersebut hampir tidak mempunyai tempat di kalangan remaja.

Masuknya budaya luar ikut mewarnai selera masyarakat dalam perkembangan zaman ini. Kecenderungan mereka untuk mengadopsi budaya luar bahkan menjadikannya sebagai trendsetter jauh lebih besar dibanding mempelajari budaya sendiri. Masyarakat Indonesia baru mau mengakui dan tergerak untuk melestarikannya, saat budaya mereka diklaim oleh negara lain. Setelah hal itu terjadi, mereka baru menaruh perhatian cukup besar pada budayanya.Tidak dapat dipungkiri, apabila masalah ini dapat mengancam keeksistensian budaya tradisional.
- See more at: http://news.liputan6.com/read/476576/kreatif-dan-inovatif-menjaga-kebudayaan-indonesia#sthash.qabEyMJj.dpuf
Indonesia merupakan negara yang kaya akan tradisi dan budaya. Dari Sabang sampai Merauke, tersimpan berbagai macam kesenian, tradisi dan adat yang dapat ditunjukan pada dunia luar. Sudah semestinya anak bangsa merasa bangga akan hal tersebut. Namun pada kenyataannya, semua warisan budaya tersebut hampir tidak mempunyai tempat di kalangan remaja.

Masuknya budaya luar ikut mewarnai selera masyarakat dalam perkembangan zaman ini. Kecenderungan mereka untuk mengadopsi budaya luar bahkan menjadikannya sebagai trendsetter jauh lebih besar dibanding mempelajari budaya sendiri. Masyarakat Indonesia baru mau mengakui dan tergerak untuk melestarikannya, saat budaya mereka diklaim oleh negara lain. Setelah hal itu terjadi, mereka baru menaruh perhatian cukup besar pada budayanya.Tidak dapat dipungkiri, apabila masalah ini dapat mengancam keeksistensian budaya tradisional.
- See more at: http://news.liputan6.com/read/476576/kreatif-dan-inovatif-menjaga-kebudayaan-indonesia#sthash.qabEyMJj.dpuf
Indonesia merupakan negara yang kaya akan tradisi dan budaya. Dari Sabang sampai Merauke, tersimpan berbagai macam kesenian, tradisi dan adat yang dapat ditunjukan pada dunia luar. Sudah semestinya anak bangsa merasa bangga akan hal tersebut. Namun pada kenyataannya, semua warisan budaya tersebut hampir tidak mempunyai tempat di kalangan remaja.

Masuknya budaya luar ikut mewarnai selera masyarakat dalam perkembangan zaman ini. Kecenderungan mereka untuk mengadopsi budaya luar bahkan menjadikannya sebagai trendsetter jauh lebih besar dibanding mempelajari budaya sendiri. Masyarakat Indonesia baru mau mengakui dan tergerak untuk melestarikannya, saat budaya mereka diklaim oleh negara lain. Setelah hal itu terjadi, mereka baru menaruh perhatian cukup besar pada budayanya.Tidak dapat dipungkiri, apabila masalah ini dapat mengancam keeksistensian budaya tradisional.
- See more at: http://news.liputan6.com/read/476576/kreatif-dan-inovatif-menjaga-kebudayaan-indonesia#sthash.qabEyMJj.dpuf
Indonesia merupakan negara yang kaya akan tradisi dan budaya. Dari Sabang sampai Merauke, tersimpan berbagai macam kesenian, tradisi dan adat yang dapat ditunjukan pada dunia luar. Sudah semestinya anak bangsa merasa bangga akan hal tersebut. Namun pada kenyataannya, semua warisan budaya tersebut hampir tidak mempunyai tempat di kalangan remaja.

Masuknya budaya luar ikut mewarnai selera masyarakat dalam perkembangan zaman ini. Kecenderungan mereka untuk mengadopsi budaya luar bahkan menjadikannya sebagai trendsetter jauh lebih besar dibanding mempelajari budaya sendiri. Masyarakat Indonesia baru mau mengakui dan tergerak untuk melestarikannya, saat budaya mereka diklaim oleh negara lain. Setelah hal itu terjadi, mereka baru menaruh perhatian cukup besar pada budayanya.Tidak dapat dipungkiri, apabila masalah ini dapat mengancam keeksistensian budaya tradisional.
- See more at: http://news.liputan6.com/read/476576/kreatif-dan-inovatif-menjaga-kebudayaan-indonesia#sthash.qabEyMJj.dpuf

Minggu, 27 April 2014

NOKIA TAK LAGI MEMBUAT PONSEL

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa dahulu ponsel Nokia menjadi ponsel yang sangat direkomendasikan oleh kebanyakan orang untuk menggunakannya, hal itu dikarenakan kualitas handphone Nokia yang baik. Namun kini, dengan adanya persaingan didunia ponsel yang semakin kuat, nokia pun kini dikabarkan tidak akan lagi memproduksi ponsel sejak tanggal 25 April 2014. Kini perusahaan Nokia telah di akuisisi oleh Microsoft yang resmi membeli saham kepemilikan Nokia, dan akan memproduksi ponsel yang tidak lagi diberi nama Nokia. Kabar ini sungguh disayangkan oleh kebanyakan orang yang menggermari ponsel Nokia. Kita tunggu saja, apakah ponsel yang diproduksi oleh Microsoft akan lebih baik diabandingkan Nokia. Hal ini masih bharus menunggu keputusan dari pihak Microsoft.


Selasa, 15 April 2014

MEMAKNAI KEMENANGAN DAN KEGAGALAN





Di setiap kehidupan pasti butuh proses untuk menjalaninya. Disaat proses dalam kehidupan berjalan pasti menemui kemenagan dan kegagalan. Dimana dalam kemenangan merupakan suatu pencapaian yang sesuai dengan target yang diharapkan.

Dalam hidup ada yang namanya kemenangan, dimana ada kemenangan pasti ada kekalahan. banyak yang bilang kalau kekalahan adalah kemenangan yang tertunda. Kekalahan sangat menyakitkan apabila kita sangat berharap dan tidak mendapatkannya, terlebih bila tidak disertai perasaan untuk menerima kekalahan tersebut.

Banyak orang merasa gagal dan tidak memiliki semangat hidup lagi saat menerima kekalahan tersebut. Bahkan terkadang kekalahan ini membawa emosi jiwa yang berlarut-larut dan akhirnya membawa kita dalam keadaan depresi dan merasa sangat tidak berguna.

Dalam kekalahan, bukan selalu berarti kita kalah, kita masih bisa menang, kita masih bisa mencapai keadaan yang kita harapkan, tetapi hal utama bangkit dari kekalahan adalah tekad dan kemauan dalam diri kita, dan juga kerelaan menerima kenyataan bahwa yang kita harapkan tidak selamanya bisa menjadi kenyataan. Inilah dinamika kehidupan. Inilah perjalanan hidup manusia, dimana terkadang kekalahan itu juga memiliki makna yang dalam. Dengan kekalahan, kita diterpa untuk berusaha. Dengan kekalahan, kita dipaksa untuk membuka mata kita terhadap kemenangan orang. Dengan kekalahan, kita belajar untuk menerima dan bersikap rendah hati. Dengan kekalahan, kita diharapkan bangkit. Dengan kekalahan, kita bisa menatap hal-hal indah di sekitar kita.

lalu Setiap kita di dalam hidup ini pasti ingin selalu mengalami kemenangan. Apa iya sebenarnya itu yang kita inginkan? Sebenarnya apa sih arti sebuah kemenangan itu?

Kemenangan bukanlah hanya waktu kita berhasil mengalahkan lawan di suatu pertandingan. Dan bukan hanya waktu kita berhasil mencapai prestasi terbaik. Bukan juga waktu kita berhasil mendapatkan semua yang kita inginkan dalam hidup ini.

Tapi, kemenangan adalah saat di mana kita dapat melawan suatu kegagalan.

Saat di mana kita dapat mengatasi musibah.

Saat di mana kita dapat bangkit dari suatu keadaan yang menyedihkan.

Dan, saat di mana kita merasa sangat terpuruk namun kita mampu berjuang menghancurkan semua cobaan itu.

Kemenangan adalah saat di mana kita dapat menjadikan itu semua sebagai pertanda betapa sayangnya Sang Maha Pencipta kepada kita.

Saat dimana kita menyadari, kita bisa belajar banyak dari semua kegagalan yang kita alami.

Dan, kemenangan adalah saat di mana kita melangkah begitu mantap dan yakin bahwa kita begitu hebat untuk sekedar melawan suatu kegagalan kecil. Bukan untuk menyombongkan diri tapi karena kita tahu bahwa Tuhan Sang Pencipta ada bersama kita.

Kemenangan adalah keadaan dimana kita mampu mengontrol emosi kita dan mampu mengarahkan diri kita ke hal yang positif.

Minggu, 06 April 2014

Jaringan Indosat Down Gara-gara Human Error

Para pengguna layanan milik Indosat pada hari ini, Kamis (3/4/2014), harus menahan kekecewaan. Hampir seluruh pengguna layanan Indosat di seluruh Indonesia tidak bisa mengakses jaringan. Di layar handphone nampak bahwa jaringan sama sekali tidak muncul.



Di Twitter pun muncul informasi yang menjadi penyebab dari matinya jaringan milik Indosat tersebut. Perusahaan internet BGP MOnitoring mengatakan bahwa setidaknya ada 415.652 IP prefix yang disebut telah ‘dibajak’ oleh Indosat. Akibatnya, traffic keluar masuk di jaringan pun terganggu.


Akbar Marwan yang merupakan seorang dosen di Universitas Gunadarma pun mengatakan hal ini terjadi karena adanya kesalahan konfigurasi routing. Selanjutnya, Autonomous number system Indosat pun diblokir dan pada akhirnya para pengguna Indosat tidak bisa melakukan panggilan telepon ataupun akses internet.

Sebelumnya, pihak Indosat pun telah memberikan keterangan resminya. Mirza Helmi, Group Head CUstomer Experience Project Indosat mengatakan bahwa hampir semua pelanggan Indosat terkena dampak jaringan error ini. Baik konsumen umum ataupun korporasi. Dia mengatakan bahwa terdapat flooding traffic pada IP MPLS yangpada akhirnya berakibat overload pada perangkat Indosat.

sumber : http://www.beritateknologi.com/jaringan-indosat-down-gara-gara-human-error/

Minggu, 30 Maret 2014

(TUGAS 1) KONTRIBUSI BUDAYA DALAM BIDANG TI






Manusia dilahirkan di dunia tak hanya sebagai makhluk Tuhan dan makhluk individu saja, tetapi sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia harus dapat berinteraksi dengan orang sekitarnya dan lingkungannya. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bukan lagi menjadi barang mahal yang tak tersentuh oleh masyarakat. TIK sekarang ini dapat dimanfaatkan serta dikembangkan oleh manusia sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Teknologi dijadikan media yang mempermudah manusia dalam segala hal. Interaksi sosial pun tak jauh dari teknologi. Segala aspek yang berhubungan dengannya dapat diakses melalui TIK. Banyak hal positif yang dihasilkan dari teknologi dalam kehidupan sosial dan budaya. Tetapi, banyak juga hal negatif yang ditimbulkan dari pemnfaatan TIK yang kurang bertanggung jawab.
Kehidupan manusia di era ini memang tidak dapat dilepaskan dari teknologi. Hampir seluruh aspek kehidupan manusia erat kaitannya dengan teknologi. Mulai dari bangun tidur, beraktivitas hingga tidur lagi. Semuanya berhubungan dengan teknologi. Teknologi dimanfaatkan manusia untuk memudahkan manusia dalama memenuhi kebutuhan hidupnya di berbagai hal. Dengan teknologi segalanya menjadi lebih mudah dan produktif. Tak hanya itu, dengan teknologi manusia dapat mengefektifkan serta mengefisienkan waktu, tenaga serta biaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jadi, sudah bukan hal yang tabu lagi jika manusia zaman sekarang menginginkan segalanya serba instan. Inti dari teknologi adalah media. Semua media yang dapat memudahkan manusia dalam mengerjakan dan memenuhi kebutuhan hidupnya dikatakan teknologi.
Ya, itulah makna hal dari teknologi yang paling penting, media atau produk teknologi. Bagaimana media tersebut dapat dijalankan atau dimanfaatkan seoptimal mungkin dengan pengoperasian yang mudah untuk menghasilkan produk yang sebaik mungkin dan memerlukan waktu, tenaga dan biaya seminim mungkin. Kemajuan teknologi tidak akan dapat dimanfaatkan dan dikembangkan tanpa adanya publikasi. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Teknologi yang satu ini sangat berkaitan dengan mobilitas kehidupan manusia di era teknologi ini. Beberapa contoh media teknologi informasi dan komunikasi diantaranya adalah ponsel, televisi, radio dan komputer. Maka tak heran jika perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pun melaju secara signifikan dan dapat dikatakan sangat cepat. TIK memegang peranan yang besar terhadap aktivitas kehidupan manusia. Salah satu aktivitas tersebut adalah dalam bidang sosial dan budaya. Bidang ini erat kaitannya dengan hubungan timbal balik manusia dengan lingkungannya, hal sensitif yang dapat mempengaruhi aspek-aspek lain dalam kehidupan. Dalam hal sosial dan budaya, TIK memberikan dampak yang tak sedikit, baik dampak positif maupun negatif. Dampak positif diantaranya adalah: 
1.                  Informasi yang ada di masyarakat dapat langsung dipublikasikan dan diterima oleh masyarakat. Sumber informasi tidak hanya berasal dari satu orang saja. Dalam masyarakat, semua orang dapat menjadi sumber informasi. Setiap orang dapat saling bertukar informasi satu sama lain. Informasi itu pun menyebar sampai kepada seluruh lapisan masyarakat dengan cepat melalui media-media TIK yang ada.
2.                  Hubungan sosial antar masyarakat dapat berlangsung dimana saja dan kapan saja. A berada di kota Bandung dan B berada di kota Makassar. Mereka berkomunikasi melalui ponsel. Mereka saling mengabarkan kondisi satu sama lain dan saling bertukar cerita. Itulah sedikit gambaran pemafaatan TIK dalam hubungan interaksi sosial. Walaupun berjauhan dan berada dalam zona waktu yang berbeda, mereka tetap dapat berkomunikasi dan saling bertukar informasi.
3.                  Sosialisasi kebijakan pemerintah dapat lebih cepat disampaikan kepada masyarakat. Peraturan pemerintah serta kebijakannya dapat keluar pada waktu yang tidak dapat diprediksi. Masa berlakunya pun kadang bersifat tentatif. Masyarakat pun sering dibingungkan oleh masalah ini. Karena keterlambatan info, masyarakat dirugikan oleh hal ini. Oleh karena itu, publikasi kebijakan serta peraturan pemerintah memerlukan media TIK, misalnya televisi, radio dan internet. Dengan begitu, masyarakat dapat dengan mudah dan cepat mengetahui peraturan dan kebijakan pemerintah yang sudah maupun baru keluar.
4.                  Tumbuhnya sikap percaya diri dan motivasi tinggi. Masyarakat memiliki rasa percaya diri yang tinggi dengan adanya TIK. Hal ini dibuktikan dari fakta-fakta yang ada di dunia maya, misalnya jejaring sosial. Mereka berani tampil secara terbuka, baik kepada orang yang dikenalnya bahkan yang tidak kenal sama sekali. Mereka mengekspos pribadinya dengan memberikan informasi-informasi yang sedang terjadi, baik itu penting atau tidak. Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan dan menyampaikan info terkini, hal ini juga dapat memperlihatkan tingkat kompetensi antar individu pun semakin besar.
5.                  Adanya “share” budaya antar daerah. Kebudayaan dimiliki oleh setiap kelompok dari setiap daerah dalam setiap bangsa. Tidak hanya dengan penampilan atau pertunjukkan saja budaya itu dipublikasikan. Dengan TIK pun, antar kelompok masyarakat dapat menyampaikan kebudayaan yang dimiliki oleh masing-masing untuk kemudian dipelajari dan dilestarikan. Tidak hanya dalam satu Negara, tetapi dapat juga antar Negara. 


Dampak negatif tersebut diantaranya adalah:
1.                  Timbulnya jenis kejahatan baru. Kejahatan yang timbul antara lain penipuan, pencurian nomor kartu kredit, pornografi, pengiriman email sampah (spam), pengiriman virus, penyadapan saluran telepon, memata-matai aktivitas seseorang (spyware), dan mengacaukan trafik jaringan. Kejahatan-kejahatan ini sulit dideteksi karena dikerjakan dengan fasilitas TIK, salah satunya internet.
2.                  Maraknya perilaku menyimpang yang terjadi di kalangan masyarakat pada umumnya dan remaja pada khususnya. Perilaku menyimpang disebabkan oleh merosotnya moral yang ada di masyarakat. Kurangnya filterisasi akan informasi serta budaya yang diterima dari TIK menjadi faktor pokok timbulnya permasalahn ini. Hal yang seharusnya salah justru dibenarkan dan yang benar justru disalahkan. Perilaku yang melawan norma yang ada di masyarakat pun kian merebak, tak hanya pada kalangan remaja atau pelajar saja yang memang masih labil, tetapi juga pada masyarakat “dewasa”.
3.                  Menurunnya tingkat kepercayaan kepada lingkungan sekitar. Kemudahan akses informasi semakin melemahkan rasa percaya pada orang-orang sekitar. Banyak orang justru lebih men-”dewa”-kan internet (khususnya) untuk mencari informasi dibandingkan bertanya langsung pada orang sekitar yang secara umum mengetahui. Atau bahkan mereka pun kadang sudah sulit sekali percaya pada polisi lalu lintas untuk menanyakan jalan sekalipun. Rasanya kalau tidak “googling” tidak afdol.
4.                  Kurangnya ruang privasi. Hadirnya situs-situs jejaring sosial tidak hanya membantu untuk menghubungkan individu yang satu dengan yang lain atau dengan kelompoknya. Layanan ini memberikan penggunanya kebebasan untuk membuka diri dan melihat-lihat info serta privasi orang lain. Privasi bukan lagi menjadi barang mahal.
5.                  Masuknya budaya asing yang kurang baik dan tidak difilter. Banyak budaya asing, baik penampilan maupun gaya hidup, yang masuk ke kelompok-kelompok masyarakat. Tidak hanya budaya baik yang ada, tetapi budaya yang kurang baik pun dapat masuk dan lambat laun apabila tidak difilter secara dini, budaya tersebut bukannya membangun tapi malah justru mengerogoti budaya asli yang ada di kelompok tersebut.
6.                  Meningkatnya angka pengangguran. Masalah yang satu ini sangat menarik perhatian. Kini, teknologi seolah-olah menggantikan manusia dalam segala bidang, termasuk pekerjaan. Kreatifitas manusia pun menjadi tumpul. Mereka menjadi tergantung akan teknologi. Hampir semua pekerjaan dilakukan oleh mesin-mesin otomatis. Sehingga makin banyak pengangguran karena tenaga mereka tergantikan oleh mesin-mesin otomatis tersebut.

Semua masalah memiliki solusi pemecahan masalahnya sendiri. Tidak ada masalah yang tidak memiliki solusi. Begitupun dengan permasalah yang timbul akibat TIK dalam bidang sosial dan budaya. Beberapa solusi untuk menanggulangi serta memecahkan permasalahan TIK dalam bidang sosial dan budaya diantaranya adalah:
1.                  Adanya perlindungan hukum terhadap privasi seseorang.
2.                  Perlunya undang-undang yang mengatur transaksi elektronik
3.                  Mengkorelasikan antara kreatifitas manusia dan teknologi.
4.                  Perlunya filter dalam penerimaan budaya asing.
5.                  Meningkatkan pengawasan orang tua terhadap anaknya tanpa pelarangan penggunaan TIK.
6.                  Sosialisasi mengenai pemanfaatan TIK yang benar dari pihak-pihak yang memiliki kompetensi di bidangnya.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bagaikan dua sisi mata uang yang berbeda. Di satu sisi, perkembangan TIK tersebut dapat membantu serta memudahkan manusia dalam segala aktivitas kehidupannya. Tetepi di sisi lain, perkembangan TIK dapat menjadi boomerang bagi penggunanya yang tidak mampu membendung arus informasi yang deras dan tidak mampu memfilter informasi yang baik dan benar serta yang salah. TIK memberikan dampak yang tak sedikit di masyarakat. Baik itu dampak positif maupun negatif. Tetapi tentunya dampak negative tersebut dapat ditanggulangi dan bahkan dicegah agar tidak terjadi. Banyak solusi atau jalan keluar untuk menanganinya tanpa merugikan kedua belah pihak, yaitu TIK dan manusia (yang pada kajian ini adalah lingkungan sosial).